KETUA MA PIMPIN SIDANG PLENO LAPORAN TAHUNAN MA 2014

JAKARTA - HUMAS, Sejalan dengan kondisi yang berkembang dewasa ini yang ditandai dengan pesatnya kebutuhan masyarakat akan informasi dan transparansi terhadap lembaga – lembaga penegak hukum, Mahkamah Agung menyelenggarakan sidang Pleno Laporan Tahunan Tahun 2014 sebagai salah satu bentuk pertanggung jawaban publik terhadap langkah – langkah yang telah dilaksanakan selama tahun 2014.

Laporan Tahunan MA pada Selasa, 17 Maret 2015 dihadiri oleh Presiden RI beserta jajaran menteri Indonesia Hebat dan Para Ketua MA negara ASEAN. “Kehadiran para Ketua MA negara ASEAN merupakan kebanggaan bagi MA RI. Kesempatan ini sekaligus memperkenalkan produk hukum dan kebijakan MA RI ke kalangan Internasional” ungkap Kepala Biro Hukum dan Humas. Salah satu kebijakan MA yang dikeluarkan pada tahun 2014 adalah SK KMA Nomor 119/KMA/SK/VII/2013 tentang Penetapan Hari Musyawarah dan Ucapan pada Mahkamah Agung RI dan di tahun 2013 dan SEMA Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas SEMA No 14 Tahun 2010 tentang dokumen elektronik sebagai kelengkapan permohonan kasasi dan peninjauan kembali. Kedua aturan tersebut membawa sistem penyelesaian perkara yang lebih baik di tahun 2014. Sepanjang tahun 2014 menerima perkara yang menjadi kewenangannya sebanyak 12.511 perkara.

Jumlah perkara masuk tahun 2014 ini meningkat 1, 41 % dibandingkan dengan tahun 2013 yang berjumlah 12.337; Sisa perkara tahun 2013 berjumlah 6.415 perkara sehingga beban perkara yang ditangani oleh Mahkamah Agung pada tahun 2014 sebanyak 18.926; Dari jumlah beban perkara tersebut, Mahkamah Agung berhasil memutus sebanyak 14.415 perkara, sehingga sisa perkara yang belum diputus pada akhir tahun 2014 berjumlah 4.515 perkara. Selain perkara, hal lain yang mendukung kinerja MA adalah bidang kesekretariatan. Berbagai kebijakan juga dikeluarkan sepanjang tahun 2014, bahkan di awal tahun 2015 Kesekretariatan MA sudah meraih penghargaan yang membanggakan dari Kementerian Keuangan. MA meraih peringkat pertama dari 86 kementerian yang laporan keuangannya berbasis akkrual. Untuk itu, tahun 2015 ini MA menjadi duta Go WTP dan Go Akkrual.

Usai pelaksanaan sidang laporan tahunan, Ketua MA dan jajaran pimpinan MA melakukan pembinaan terhadap para Ketua Pengadilan Tingkat Banding se-Indonesia, para pejabat eselon I dan II pada MA, dan para Ketua Pengadilan Tingkat pertama wilayah Jabodecitabek. Tahun 2015 merupakan tahun kerja keras MA untuk lebih meningkatkan pelayanan dan percepatan proses perkara pada tingkat kasasi. Pada pembinaan ini pula dibahas strategi kebijakan dan kendala yang dihadapi pada masing-masing pengadilan. Diharapkan dengan kegiatan semacam ini akan menyatukan semangat para Ketua Pengadilan untuk menuju visi MA yakni membangun badan peradilan yang agung. (ifah/RM)