img_head
BERITA

KETUA PENGADILAN TINGGI JAYAPURA MELANTIK KETUA PENGADILAN NEGERI FAK-FAK DAN MERAUKE

Peb10

Telah dibaca : 103 Kali


JAYAPURA - Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura Heru Pramono, S.H., M.Hum melantik dan mengambil sumpah jabatan Tri Margono, S.H. sebagai Ketua Pengadilan Negeri Fak-Fak dan Natalia Maharani, S.H., M.Hum. sebagai Ketua Pengadilan Negeri Merauke, pada hari Selasa tanggal 9 Februari 2021 bertempat di ruang Aula Serba Guna Pengadilan Tinggi Jayapura. Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor: 1672/DJU/SK/KP04.5/11/2020 tanggal 23 November 2020 tentang Promosi dan Mutasi Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Pengadilan Negeri di Lingkungan Peradilan Umum. Acara Pelantikan tersebut dihadiri oleh Hakim Tinggi, Pejabat Struktural, Panitera Pengganti, Pelaksana dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) pada Pengadilan Tinggi Jayapura serta Pengurus Dharmmayukti Karini Papua-Papua Barat.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura menyampaikan 5 (lima) hal penting yang menjadi peran seorang pimpinan Pengadilan, yaitu sebagai Role Model, Leader of Change, Problem Solver, Penjaga Keadilan dan Top Manager of Justice  Administration. Lebih lanjut, Heru Pramono, S.H., M.Hum. berpesan agar ke depannya Pengadilan Negeri Fak-Fak dan Merauke yang telah mendapatkan predikat ”A” pada penilaian Akreditasi Penjaminan Mutu tahun 2020 harus menunjukkan prestasi luar biasa dibandingkan sebelumnya. Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura mendorong Pengadilan Negeri Fak-Fak dan Merauke dapat mengusulkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dengan mengoptimalkan Pelayanan  Masyarakat berbasis Teknologi Informasi dan Inovasi.

Diakhir sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura mengajak kita bersama-sama menyadari bahwa jabatan ini pada hakikatnya adalah amanah, di dalamnya terkandung nilai-nilai pengabdian dan pengorbanan, oleh karena itu dibutuhkan tingkat keikhlasan yang tinggi dalam menjalankannya. Seorang pemimpin harus berjiwa selfless dalam arti melepaskan kepentingan individu, dan tidak berwatak self-centered yang merupakan cermin dari keegoisan. Serta bekerja dengan ikhlas akan menjadikan seorang pemimpin sadar bahwa jabatan kepemimpinan pada hakikatnya bukanlah segala-galanya, melainkan hanya titipan dari Allah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. (cp/rh)

  • Galeri