img_head
KEGIATAN
Cetak halaman iniPrint

SOSIALISASI CETAK BIRU/BLUEPRINT MAHKAMAH AGUNG RI OLEH KPT JAYAPURA

Peb02

Telah dibaca : 10 Kali


JAYAPURA - Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura Setyawan Hartono, SH. MH. Jum'at, 2 Februari 2018 bertempat di Ruang Sidang M. Soeprapto kembali menggelar sosialisasi tentang Cetak Biru (Blue Print) Mahkamah Agung Republik Indonesia kepada seluruh Hakim dan Aparatur Pengadilan Tinggi Jayapura. Tujuan diadakan Sosialisasi tentang Cetak Biru (Blue Print) Pembaruan Peradilan tidak lain adalah untuk memberikan pemahaman / pengertian kepada setiap aparatur pengadilan tentang kebijakan yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia. Ada banyak hal yang harus disosialisasikan ujar KPT dalam mempersiapkan Pengadilan Tinggi Jayapura untuk dilakukan Survailance pada bulan Mei 2018 yang akan datang;

Cetak Biru (Blue Print) merupakan program jangka panjang dari Mahkamah Agung Republik Indonesia guna mencapai terwujudnya visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yaitu terwujudnya “Badan Peradilan Indonesia Yang Agung”. Cetak Biru (Blue Print) adalah Dokumen yang memuat perencanaan strategis untuk 25 (dua puluh lima) tahun mendatang yang dimaksudkan untuk lebih mempertajam arah dan langkah dalam mencapai cita-cita pembaruan badan peradilan secara utuh. Cetak Biru (Blue Print) berisi Renstra (Rencana Strategis) yaitu : Perencanaan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi dengan fokus pada visi, misi, falsafah, dan strategi organisasi untuk mencapai tujuan organisasi dalam jangka waktu menengah antara 3-5 tahun dan PKT (Perjanjian Kerja Tahunan), yaitu Program jangka pendek yang harus dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun Serta RKT (Rencana Kerja Tahunan), yaitu bagaimana mewujudkan/melaksanakan program jangka pendek yang sudah ditetapkan dalam 1 tahun. Dahulu Renstra hanya dibuat pada level Lembaga saja, namun saat ini Renstra dibuat oleh semua satuan kerja;

Penetapan Kinerja merupakan janji kinerja (sasaran) yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat / unit kerja kepada atasan langsungnya. Penetapan kinerja selain memuat indikator kinerja utama (output dan outcome) juga memuat capaian kinerja (target) yang akan diwujudkan oleh suatu instansi pemerintah / unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan Kinerja pada Badan Peradilan merupakan template yang wajib ditaati tanpa mempertimbangkan sumber daya yang dikelola sementara capaian kinerja (target) wajib mempertimbangkan Sumber Daya yang dikelolanya;

Muatan Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010 – 2035 :

Bab I   : PENDAHULUAN

Latar Belakang dan Konteks Pembaruan.

Bab II  : PERMASALAHAN

  1. Visi, Misi dan Organisasi
  2. Pelaksanaan Fungsi Tehnis
  3. Pelaksanaan Fungsi Pendukung

Bab III : VISI, MISI dan ORGANISASI

  1. Visi Badan Peradilan
  2. Misi Badan Peradilan
  3. Nilai-nilai Utama Badan Peradilan
  4. Organisasi Mahkamah Agung dan Pengadilan Di Bawahnya

Bab IV  : ARAHAN PEMBARUAN FUNGSI TEHNIS DAN MANAJEMEN PERKARA

  1. Arahan Pembaruan Fungsi Tehnis
  2. Arahan Pembaruan Manajemen Perkara

Bab V   : ARAHAN PEMBARUAN FUNGSI PENDUKUNG

  1. Arahan Pembaruan Fungsi Penelitian dan Pengembangan
  2. Arahan Pembaruan Pengelolaan Sumber Daya Manusia
  3. Arahan Pembaruan Sistem Pendidikan dan Pelatihan
  4. Arahan Pembaruan Pengelolaan Anggaran
  5. Arahan Pembaruan Pengelolaan Aset
  6. Arahan Pembaruan Teknologi Informasi

Bab VI  : ARAHAN PEMBARUAN AKUNTABILITAS

  1. Arahan Pembaruan Sistem Pengawasan
  2. Arahan Pembaruan Sistem Keterbukaan Informasi

Bab VII : PENUTUP

Latar belakang penyusunan Cetak Biru (Blue Print) Pembaruan Peradilan adalah : berdasarkan evaluasi yang dilakukan MA pada tahun 2008, keberhasilan program dan capaian yang diperoleh MA berdasarkan Cetak Biru 2003 baru mencapai 30%. Dari penilaian organisasi atau Organizational Diagnostic Assessment (ODA) pada tahun 2009, kinerja lembaga peradilan tetap mendapat sorotan dari berbagai kalangan, antara lain mengenai informasi proses peradilan yang tertutup, biaya berperkara yang tinggi, masih sulitnya akses masyarakat miskin dan terpinggirkan, serta proses penyelesaian perkara yang dirasakan masih sangat lama, oleh karena itu, perlu mengembangkan Cetak Biru yang baru yang “komprehensif, sistematis dan berkelanjutan”, meliputi pembenahan di seluruh aspek peradilan, termasuk mengakomodasi inisiatif pembaruan peradilan pada pengadilan tingkat bawah. Penyusunan Cetak Biru ini juga dilakukan berdasarkan ODA (Organizational Diagnostic Assessment) yang dilakukan dengan pendekatan kerangka pengadilan yang unggul (The Framework of Courts Excellence). Kerangka ini terdiri dari 7 (tujuh) area “Peradilan yang Agung” yang dibagi ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu :

Pengarah/ Pendorong (driver) :

1.  Kepemimpinan dan Manajemen Pengadilan;

Sistem dan Penggerak (system and enabler) :

2.  Kebijakan-kebijakan Pengadilan;

3.  SDM, Sarana-prasarana dan Keuangan;

4.  Penyelenggaraan Persidangan;

Hasil (result) :

5.  Kebutuhan dan Kepuasan Pengguna Pengadilan;

6.  Pelayanan Pengadilan Yang Terjangkau;

7.  Kepercayaan Masyarakat Kepada Pengadilan.

Dalam paparannya, Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura menguraikan muatan Cetak Biru (Blue Print) Pembaruan Peradilan 2010 - 2035 tersebut secara garis besar satu per satu;

Mahkamah Agung Republik Indonesia telah jauh melangkah dibandingkan Institusi Penegak Hukum lainnya seperti Kejaksaan dan Kepolisian dalam hal keterbukaan Informasi, hal ini menunjukkan bahwa Mahkamah Agung Republik Indonesia berkomitmen untuk berbenah diri dan berusaha mencapai tujuannya mewujudkan visinya yaitu “TERWUJUDNYA BADAN PERADILAN INDONESIA YANG AGUNG”. Ada banyak hal yang menjadi rintangan dan hambatan untuk mencapai tujuannya tersebut, namun Mahkamah Agung Republik Indonesia tetap optimis untuk mewujudkannya, harapan yang sama pun disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura sebelum menutup sosialisasinya, agar segenap insan Badan Peradilan umumnya dan aparatus Pengadilan Tinggi pada khususnya ikut berjuang mewujudkan impian dari Lembaga Peradilan di Indonesia ini


Materi Sosialisasi dapat di unduh pada alamat url: http://bit.ly/2BnHFqY

  • Galeri