img_head
KEGIATAN

RAPAT TERBATAS EVALUASI PERSIAPAN ASSESMEN SURVEILAN

Mar14

Telah dibaca : 171 Kali


JAYAPURA - Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura Setyawan Hartono, SH. MH. memimpin Rapat dan Evaluasi Persiapan Assesment Surveillance yang Wakil Ketua dan Pejabat Struktural setingkat eselon II, III dan IV dilingkungan Pengadilan Tinggi Jayapura bertempat di ruang rapat KPT. Kebijakan yang bukan lagi merupakan kebijakan dari Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia akan tetapi sudah merupakan kebijakan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia ini harus kita respons dengan baik. Rapat dan Evaluasi ini dilaksanakan guna membahas kendala-kendala / masalah-masalah yang dialami dalam menghadapi Assesment Surveillance;

Waktu yang semakin pendek dalam menghadapi Assesment Surveillance, sekitar ± 2 (dua) Minggu dari sekarang ini, Ketua Pengadilan Tinggi melihat progres kesiapan kita seperti jalan di tempat, suasana yang adem ayem seolah-olah tidak sedang menghadapi hajatan. Ketua Pengadilan Tinggi memberikan contoh kecil seperti kedisiplinan aparatur yang tidak segera kembali ke kantor setelah selesai waktu istirahat, bahkan sampai dengan jam 14.00 WIT masih belum ada aparatur di ruangannya masing-masing;

Ketua Pengadilan Tinggi telah melakukan pemeriksaan sendiri terkait ruangan yang akan dipakai sebagai Sekretariat TAPM dan RB, dimana ruangan tersebut sangat tidak representative untuk digunakan sebagai Ruang Sekretariat TAPM dan RB Pengadilan Tinggi Jayapura, hal ini karena Ruang Sekretariat TAPM dan RB bukan hanya untuk menyimpan Arsip/Dokumen saja namun sebagai tempat untuk bekerja juga. Untuk itu, Ketua Pengadilan Tinggi memberikan solusi agar Ruang Sekretariat TAPM dan RB dipindahkan ke Gedung 2 karena ada ruangan yang kosong dan dirasa cukup representative untuk dipakai sebagai Ruang Sekretariat TAPM dan RB Pengadilan Tinggi Jayapura. Meskipun ruangan tersebut tidak dilengkapi dengan Pendingin Udara, namun masih cukup nyaman digunakan sebagai Ruang Sekretariat TAPM dan RB karena sirkulasi udara yang sangat baik, hal ini ditandai dengan banyaknya jendela pada ruangan tersebut;

Beberapa kendala yang dihadapi oleh Tim Sekretariat adalah :

  • File Box hanya tersedia 3 (Tiga) dari 10 (Sepuluh) yang dibutuhkan;
  • Otner yang tersedia juga Cuma 1 (Satu) saja;
  • Belum ada Pokja yang menyerahkan dokumen ke Tim Sekretariat;

Terhadap permasalahan tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Sekretaris dan jajaran dibawahnya agar segera melengkapi kebutuhan di ruang Sekretariat TAPM dan RB tersebut;

Sampai dengan saat ini, Tim Sekretariat TAPM dan RB belum melakukan Setting Document, untuk itu Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura memerintahkan agar Tim Sekretariat TAPM dan RB segera melakukan Setting Document, sehingga apabila ada kekurangan dapat dilengkapi. Setting Document baik APM dan RB sudah harus dilaksanakan, dimulai dengan Setting Document Akreditasi Penjaminan Mutu (APM) berdasarkan bagian yang telah ada maupun Dokumen Reformasi Birokrasi (RB) berdasarkan Area yang masih dikerjakan, karena Dokumen APM juga merupakan dokumen RB;

Selain permasalahan Sekretariat TAPM dan RB, Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura juga menekankan Kebersihan sebagai hal yang tidak kalah penting dalam Assesment Surveillance nanti, terutama pada area-area yang strategis seperti pintu masuk serta tangga-tangga penghubung antara lantai atau penghubung antara gedung baik pegangannya maupun pijakannya yang selama ini luput dari perhatian kita untuk membersihkannya. Hal-hal lain yang menjadi perhatian Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura dalam masalah kebersihan, antara lain :

  • Plafond atau langit-langit bekas rembesan dari bocor agar dibersihkan / dilakukan perbaikan;
  • Dinding-dinding yang kotor agar segera dilakukan pengecatan;

Untuk permasalahan kebersihan ini, pinta Ketua Pengadilan Tinggi agar kita memberdayakan tenaga honorer untuk membantu mengerjakannya karena jam kerja tenaga honorer sama dengan jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yaitu dari jam 08.00 pagi sampai dengan jam 16.30 sore, sehingga tenaga honorer tidak hanya aktif bekerja di waktu pagi hari saja akan tetapi tetap aktif sampai dengan waktu pulang kantor juga. Memperbantukan tenaga honorer di bagian / di ruangan akan menyebabkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi tidak mau bekerja dan ini merupakan kesalahan besar. Selain itu juga setiap personil di bagian masing-masing secara berkelanjutan menjaga kebersihan ruangannya masing-masing.

Kegelisahan Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura bukan tidak beralasan, hal ini terbukti dari beberapa hal kecil yang luput dari perhatian, seperti :

  1. Ruangan Hakim Tinggi yang belum memiliki kelengkapan berupa nama-nama Hakim Tinggi yang menempati ruangan;
  2. Daftar nama Hakim yang terlihat sangat usang dan tidak memasukkan nama Pejabat Struktural di Lingkungan Pengadilan Tinggi Jayapura dalam Daftar Nama Pejabat tersebut;
  3. Belum adanya Denah Kantor dan Nomor Ruangan, karena saling terkait antara Nomor Ruangan dengan Denah Kantor sebagai informasi bagi publik;
  4. Belum adanya Penunjuk Arah di dalam Gedung;
  5. Belum adanya Nama untuk tiap ruangan pertemuan;
  6. Belum ada Komitmen Bersama;
  7. Belum adanya kelengkapan Role Model baik Surat Keputusan Tim Penilai Role Model maupun Kriteria Penilaian Role Model serta belum dicetak dalam bentuk Banner;
  8. Ada beberapa Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang telah kosong karena digunakan pada saat melakukan simulasi kebakaran;
  9. Setiap Banner yang sifatnya Pengumuman/Sosialisasi berupa panduan dan Kampanye perlu dipasang;

Di bagian teknis juga menjadi perhatian Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, yaitu tentang Ruang Arsip yang telah melaksanakan penjahitan berkas dan telah selesai dilakukan dan telah pula dimasukkan ke dalam lemari, namun masih harus diinput ke dalam aplikasi dan disusun dengan baik sehingga dapat memudahkan kita pada saat mencari berkas, selain itu juga Ruang arsip harus ada petugas yang selalu siap. Terhadap hambatan berupa tidak adanya akses Internet dan Toilet yang tidak berfungsi, agar bagian Kesekretariatan memperhatikan dan memenuhi kebutuhan akan hal tersebut;

Yang paling Urgent/Penting dalam menyambut Assesment Surveillance ini adalah Document Control, untuk itu kepada Tim Sekretariat agar segera melakukan Setting Document, lebih pro aktif berkoordinasi dengan Pokja dalam melengkapi dokumen-dokumen Reformasi Birokrasi, karena sampai dengan saat ini Pokja seperti tidak ada gerakan. Setiap Panitera Muda dan Kepala Sub Bagian adalah Document Control di unitnya masing-masing, untuk itu kepada Panitera Muda dan Kepala Sub Bagian di unit agar menyiapkan Dokumennya masing-masing;

Dalam rapat terbatas tersebut, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura juga berpesan kepada Bagian Kesekretariatan agar segera memperbaiki permasalahan Panel ATS sehingga genset dapat difungsikan kembali;

Sebelum menutup rapat terbatas, Ketua Pengadilan Tinggi berpesan agar setiap Aparatur Pengadilan Tinggi lebih bersemangat dalam menyambut Assesment Surveillance, rapat ini bertujuan untuk mengingatkan kepada kita bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi akan dilaksanakan Assesment Surveillance, untuk itu agar kita memperhatikan hal-hal penting seperti Kebersihan, Kedisiplinan serta Sekretariat Reformasi Birokrasi. Semua harus bekerja agar bisa tahu dan mengerti serta paham tentang Reformasi Birokrasi (RB) itu sendiri. Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura meminta agar disisa waktu ini, kita gunakan secara maksimal untuk mempersiapkan diri dan dokumen serta kelengkapan lainnya dalam menyambut Assesment Surveillance. Mulai sejak hari ini dan mulailah dengan hal-hal yang kecil

  • Galeri